Alasan Kenapa Karyawan Terbaik Memilih Resign

Alasan Kenapa Karyawan Terbaik Memilih Resign

TipsKeren.com. Pernahkah kalian bertanya mengapa karyawan yang bekerja sesuai passion dan mempunyai prestai luar biasa di kantor memutuskan untuk mengundurkan diri

Alasan Kenapa Karyawan Terbaik Memilih Resign

Alasan Kenapa Karyawan Terbaik Memilih Resign

Alasan Kenapa Karyawan Terbaik Memilih Resign

Ternyata tindakan para karyawan tersebut ada alasannya. Berikut alasan kenapa karyawan terbaik malah mengundurkan diri dari pekerjaan:

Alasan Kenapa Karyawan Terbaik Memilih Resign

Hierarki di Kantor

Alasan Kenapa Karyawan Terbaik Memilih Resign

Sebuah perubahan atau pergantian kebijakan dari perusahaan memang bisa saja menjadikan seorang karyawan lantas memutuskan untuk resign. Umumnya hal ini terjadi bila kebijakan yang berubah membuat posisi karyawan menjadi nggak nyaman. Maka bagi kamu seorang pebisnis jika kamu ingin mempertahankan karyawan, kamu harus berhati-hati saat membuat atau merubah kebijakan. Perhatikan dulu kondisi dan situasi karyawan jika akan melakukan perubahan kebijakan ini. Pastikan bahwa kebijakan tersebut saling menguntungkan antara karyawan dan perusahaan.

Alasan Kenapa Karyawan Terbaik Memilih Resign

Nggak hanya kebijakan saja. Hierarki di kantor juga membuat karyawan nggak betah. Hierarki ini berkaitan dengan senioritas seseorang. Urusan senior-junior ini telah ada sejak kamu duduk di bangku perkuliahan. Yang perlu kamu lakukan pun sama dengan ketika kamu masuk kuliah, pasrah saja. Sebab senior akan berkuasa sedang junior akan nggak berdaya. Bila nggak tahan, kondisi ini akan bikin kamu nggak tahan dan memutuskan keluar.

Alasan Kenapa Karyawan Terbaik Memilih Resign

Diremehkan dan Nggak Dihargai

Alasan Kenapa Karyawan Terbaik Memilih Resign

Secinta apapun kamu dengan pekerjaan yang dijalani, tetap memilih keluar bila hasil kerja nggak dihargai. Bukan ingin mendapatkan penghargaan dengan puji-pujian atau pengakuan yang bersifat seremonial namun setidaknya ada pengakuan atas jerih payah yang sudah dilakukan dengan baik.

Bila sudah melakukan yang terbaik dan rekan kerja juga belum tentu bisa melakukan pekerjaan tersebut sebaik yang sudah kamu lakukan, akan tetapi atasan/pimpinan tetap juga memandang sebelah mata, untuk apa dilanjutkan? Di luar sana masih banyak perusahaan lain yang mau menghargai dan menampung ide-ide brilian kamu.

Terkadang fakir rasa penghargaan dari atasan akan menyebabkan ide-ide kamu tersumbat. Kamu malas melakukan yang terbaik karena toh kalaupun sudah melakukan hal yang paling baik, nggak akan dihargai. Sehingga daripada menghambat karier, lebih baik keluar secepatnya dan mencari tempat kerja lain.

Nggak Ada Peningkatan Karier

Setiap orang pasti ingin tumbuh dan berkembang di kantor atau tempat kerjanya. Tapi kalau perusahaan tempat bekerja sama sekali nggak memberi peluang atau kesempatan untuk berkembang, hal ini jelas akan membuat pegawai yang terbaik sekalipun nggak betah. Akhirnya, pegawai terbaik itu pun akan keluar dan mencari peluang yang lebih menjanjikan di luar sana.

Ini sebenarnya persoalan klasik. Bekerja memang perlu hati. Pengingkatan karier ini berpengaruh pada gaji. Cuma uang tetap akan dibutuhkan, apalagi jika sudah berkeluarga atau memiliki tanggung jawab membantu soal finansial keluarga. Jelas kalau di tempat kerja saat ini nggak kunjung menaikkan gaji, pegawai terbaik pun bisa memutuskan untuk keluar dan bekerja di perusahaan yang lebih baik.

Nggak Dipercaya

Nggak dipercaya dengan nggak dihargai bedanya tipis. Nggak dipercaya umumnya bila atasan terus-terusan mengecek pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kamu. Alhasil saking seringnya dicek, pekerjaan yang dibebankan tersebut ujung-ujungnya malah nggak selesai. Lha, bagaimana nggak terbengkalai bila setiap jam dipanggil menghadap? Apalagi bila pekerjaan tersebut membutuhkan kreativitas tinggi.

Diskriminasi, pilih kasih, dan perlakuan nggak adil di kantor bisa membuat pegawai terbaik memutuskan untuk pergi. Siapa juga sih yang mau bertahan di tempat yang nggak adil? Mau bertahan pun juga bukan pilihan yang mudah karena batin dan kata hati pasti akan terasa tersiksa.

Rekan Kerja Nggak Seru

Konflik adalah salah satu hal yang nggak bisa dihindarkan dalam dunia kerja. Baik konflik antara karyawan dengan karyawan lain ataupun karyawan dengan pemimpin. Konflik yang terjadi sering kali timbul karna ketidakcocokan pendapat, karakter ataupun hal-hal lainnya. Hal tersebut jika nggak segera ditangani dengan baik bukan nggak mungkin menimbulkan ketidaknyamanan dan hingga akhirnya berakhir dengan pengunduran diri salah satu pihak.

Ini sepertinya menjadi momok bagi setiap karyawan. Meski gaji besar, pekerjaan sesuai passion, atasan oke namun bila rekan kerja dan suasana kantor menyebabkan rasa nggak nyaman, banyak pekerja yang akhirnya memutuskan untuk resign.

Nggak Ada Penghargaan

Karyawan yang juga seorang manusia pastinya juga membutuhkan dan menginginkan sebuah penghargaan atau apresiasi. Penghargaan atau apresiasi memang menjadi salah satu kebutuhan manusia yang mendasar. Siapapun orangnya akan merasa senang dan gembira jika diberi penghargaan dan apresiasi dari pekerjaannya. Namun sebaliknya jika ada seorang karyawan yang sudah lama bekerja dan merasa bekerja secara maksimal kemudian nggak diberi apresiasi maka sangat wajar bila karyawan ini lantas kecewa.

Dari kekecewaan ini sangat mungkin terjadi kemudian karyawan tersebut memutuskan untuk berhenti. Maka dari itu kamu sebagai pebisnis yang menempatkan karyawan sebagai prioritas, seharusnya mengerti dan memahami hal ini.

Berikankan apresiasi atau penghargaan kepada karyawan yang memang telah bekerja dengan sangat baik dan menguntungkan perusahaan. Bentuk apresiasi yang kamu berikan akan memiliki banyak manfaat. Misalnya selain membuat karyawan betah, apresiasi akan menjadikan karyawan lain terpacu untuk mendapatkannya.

Bosan dan Jenuh

Hal berikutnya yang sering menjadi alasan seorang karyawan resign adalah kebosanan dan kejenuhan. Manusia memang memiliki sebuah rasa atau perasaan bosan atau jenuh ketika sebuah aktivitas dilakukan berkali-kali secara terus-menerus. Dan keadaan bosan dan jenuh ini bisa saja akan mengakibatkan karyawan tersebut kemudian memutuskan untuk berhenti bekerja.

Jika kamu seorang pengusaha yang tetap mempertahankan komposisi karyawan, kamu harus bisa membuat karyawan ini betah serta nggak jenuh saat bekerja. Bagaimana caranya? Kamu bisa sesekali membuat rotasi posisi atau perubahan letak ruang kerja. Kamu juga bisa sewaktu-waktu mengadakan rekreasi atau wisata bersama seluruh karyawan ke tempat yang bagus. Beberapa acara outdoor yang simpel seperti futsal dan arisan bagi karyawan perempuan juga bisa menjadi jalan keluar.

Promosi Orang yang Salah

Promosi atau kenaikan jabatan yang nggak tepat sasaran juga bisa menjadi faktor penyebab keluarnya karyawan terbaik. Bagaimana nggak saat mereka telah bekerja dengan sepenuh hati dan maksimal serta dengan kemampuan terbaik ternyata nggak membuat pihak manajemen memberikan promosi untuk dirinya yang sebenarnya sudah layak.

Karyawan terbaik yang sudah bekerja dengan baik memang sudah selayaknya mendapat promosi. Tapi bila yang terjadi nggak demikian dan promosi diberikan pada orang yang salah, umumnya karyawan terbaik akan kecewa dan bisa jadi kemudian akan memutuskan untuk resign.

Dunia kerja itu nggak menyebalkan kok. Malah kalau kamu paham esensinya maka akan banyak hal yang kamu dapatkan. Hal itu juga yang membuat kamu dan karyawan lainnya memutuskan keluar dari kantormu sekarang.

author