Angkutan Jadul Yang Pernah Beroperasi Di Indonesia

TipsKeren.com. Mencoba mengajak Anda menyelami masa lalu untuk membahas secara singkat kendaraan umum yang unik dan menarik yang pernah beroperasi di ibukota. Mulai dari yang ukuran kecil hingga yang ukurannya raksasa seperti bis tingkat, mari kita lihat daftar di bawah ini :

Angkutan Jadul Yang Pernah Beroperasi Di Indonesia

Opelet

Angkutan Jadul Yang Pernah Beroperasi Di Indonesia

Angkutan Jadul Yang Pernah Beroperasi Di Indonesia
Anda yang pernah menonton sinetron lama berjudul Si Doel Anak Sekolahan tentu tidak asing dengan sosok opelet ini. Angkutan umum dengan roda empat ini juga fungsinya sama seperti mikrolet yang ada saat ini.
Opelet ini dibangun menggunakan basis dari Morris Minor Traveler dengan bagian atap menggunakan kayu jati. Saat ini, keberadaan opelet sebagai angkutan umum resmi punah dan fungsinya telah digantikan oleh mikrolet (angkot).

Angkutan Jadul Yang Pernah Beroperasi Di Indonesia

Helicak

Angkutan Jadul Yang Pernah Beroperasi Di Indonesia

HELICAK - Angkutan Jadul Yang Pernah Beroperasi Di Indonesia
Kendaraan roda tiga ini memiliki bentuk menyerupai helikopter. Itulah mengapa kendaraan ini diberi akronim helicak atau helikopter dan becak. Kendaraan ini lahir di masa pemerintahan Gubernur Ali Sadikin. Adapun helicak dibangun dengan basis dari skuter Lambreta asal Italia. Helicak ini memiliki konsep layaknya becak di mana penumpang duduk pada kabin bagian depan yang tertutup atap sementara si pengendara berada di bagian belakang.

Angkutan Jadul Yang Pernah Beroperasi Di Indonesia

Kendaraan ini sendiri memiliki kapasitas angkut untuk dua orang penumpang dewasa. Helicak mulai dilarang beroperasi pada 1987. Alasannya, jika terjadi tabrakan dari depan maka penumpang yang akan menjadi tumbalnya terlebih dahulu. Selain itu, keberadaan Bajaj mulai menggusur eksistensi helicak di Ibu Kota.

Angkutan Jadul Yang Pernah Beroperasi Di Indonesia

Bajaj

bajaj - Angkutan Jadul Yang Pernah Beroperasi Di Indonesia
Bajaj merupakan kendaraan umum roda tiga yang hingga kini tetap eksis di Jakarta. Istilah Bajaj ini sendiri diambil dari nama perusahaan yang memproduksi kendaraan ini yaitu Bajaj Auto. Kendaraan ini mampu mengangkut dua hingga tiga orang penumpang yang duduk di belakang pengemudi.
Kehadiran bajaj di ibukota bertujuan untuk menggantikan peran helicak. Saat kehadirannya, merek Bajaj ini masih di bawah lisensi Vespa.

Kendaraan ini pun begitu populer karena dimensinya minimalis sehingga dapat mengantarkan penumpang sampai ke perkampungan yang sulit dijangkau oleh mobil. Begitu mungilnya bahkan beberapa kali penumpang Bajaj meminta diantarkan hingga sampai ke depan rumahnya yang berada di dalam gang.
Adapun Bajaj merupakan kendaraan umum yang wilayah operasionalnya dibatasi hanya pada satu kotamadya. Pada pintu depan Bajaj biasanya terpampang daerah operasional kendaraan serta nomor urut Bajaj tersebut. Kini Bajaj sudah banyak yang menggunakan BBG.

Bus Tingkat

BUS TINGKAT - Angkutan Jadul Yang Pernah Beroperasi Di Indonesia
Kendaraan yang pernah eksis di Jakarta adalah bus tingkat. Kendaraan ini memiliki kelebihan dengan daya angkutnya yang sangat banyak karena terdiri dari dua lantai.

Bus tingkat pertama kali hadir pada 1984 dengan basis dari Volvo B55. Adapun pengelolaan bus tingkat saat itu dilakukan oleh Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD).

Bus tingkat ini punah dengan berbagai alasan antara lain kondisi jalanan yang macet sehingga menyulitkan pergerakan kendaraan berbadan jumbo ini hingga suku cadangnya yang sangat mahal karena harus diimpor.

Bemo

BEMO - Angkutan Jadul Yang Pernah Beroperasi Di Indonesia
Kendaraan roda tiga ini hadir sebagai cikal bakal mikrolet. Diberi akronim bemo yang memiliki kepanjangan becak bermotor karena menggunakan roda tiga.
Keberadaan Bemo mulai tergusur sejak muncul angkot. Ditambah sekarang telah muncul lagi Busway
Bemo ini menggunakan basis dari Daihatsu Midget. Sayangnya, keberadaan bemo kini sudah makin tersingkirkan oleh mikrolet yang memiliki daya angkut yang lebih besar. Adapun bemo ini masih dapat kita jumpai di kawasan Manggarai (Jak-Sel), Bendungan Hilir (Jak-Pus) dan Jelambar (Jak-Bar).

Semoga artikel di atas  bermanfaat ya untuk menambah khasanah pengetahuan kita

 

author